Ticker

6/recent/ticker-posts

5 Kesalahan dalam Penentuan Penerima Benefit Asuransi Jiwa

Dalam upaya menjamin kesejahteraan keluarga jika sudah ditinggal oleh pencari nafkah pokok, maka kepemilikan asuransi jiwa sangatlah penting. Polis asuransi jiwa ini ada di antara hukum waris serta hukum perjanjian. Dengan begitu, baik tertanggung dan penanggung memiliki kewajiban untuk memerhatikan segala ketentuan yang ada. Sehingga, saat mengajukan klaim uang pertanggungan, tidak hanya karena perjanjian asuransi saja, tetapi juga sudah sesuai dengan aturan hukum ahli waris yang berlaku. Diketahui bahwa perjanjian dalam asuransi jiwa warisan memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan pemegang polis mengenai apa yang diinginkannya setelah dirinya meninggal dunia nanti. 


Di mana, ketika memiliki asuransi jiwa ini, maka hal yang harus Anda perhatikan dengan baik adalah tentang penentuan penerima benefit. Hal ini akan bermasalah jika sampai Anda salah dalam menentukan siapa penerimanya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang bisa terjadi saat menentukan benefit asuransi jiwa.

 

1.                   Tidak melakukan pengisian kolom penerima benefit

 

Jangan sampai Anda lupa mengisi kolom penerima benefit asuransi jiwa. Pernyataan ini bisa disamakan posisinya dengan wasiat. Dengan begitu, jika gagal dalam mengisi kolom ini, tentunya bisa membuat uang pertanggungan asuransi Anda nantinya diberikan pada ahli waris keluarga yang ditentukan menurut hukum. Sehingga uangnya bisa jatuh ke tangan orang yang tidak Anda harapkan.

 

2.                   Tidak memberikan penerima benefit cadangan

 

Mungkin di awal Anda terlalu terburu-buru dan bersemangat untuk menentukan siapa yang nantinya akan mendapatkan uang dari asuransi jiwa tersebut, seperti istri saja misalnyaMelakukan ini tentu tidak disarankan karena jika Anda dan istri sama-sama meninggal dunia dikhawatirkan nanti malah tidak adalagi ahli waris lainnya. Untuk itu, buatlah nama cadangan seperti anak dan lainnya. 

 

3.                   Tidak memberikan nama yang spesifik

 

Berikan nama yang spesifik sebagai penerima benefit asuransi jiwa. Informasi yang Anda berikan haruslah jelas dengan menyebutkan namanya secara lengkap. Bukan hanya dengan sebutan “istri saya” atau “anak saya” saja. 

 

Dari beberapa kasus yang pernah terjadi, jika tidak memiliki hubungan kepentingan asuransi, maka pemegang polis belum tentu bisa mewariskan benefit kematian pada orang yang tidaklah jelas identitasnya. 

 

4.                   Anak yang belum paham tentang hukum

 

Tidak sedikit orang yang meletakkan nama anak sebagai penerima benefit asuransi jiwa. Kondisi seperti ini wajar karena orang tua pastinya mengharapkan kehidupan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, masalahnya, terkadang Anda lupa dengan aturan hukum di Indonesia bahwa anak-anak yang masih di bawah umur hanya bisa mewarisi dari walinya saja. Ia tidak bisa menerima warisan tersebut secara langsung. Jadi, perhatikan hal ini secara baik dengan mengetahui kondisi usia anak Anda saat ini.

 

5.                   Terlalu menggampangkan dalam mengisi kolom benefit

 

Meskipun tampak sederhana, namun pengisian kolom penerima benefit asuransi jiwa sangatlah penting untuk diisi. Jika Anda tidak mengisinya, tentu nanti malah ahli warisnya malah jatuh ke tangan orang yang tidak diharapkan.

 

Itulah beberapa kesalahan yang bisa saja terjadi dalam menentukan siapa penerima benefit asuransi jiwa. Jika sampai hal tersebut salah, maka akibatnya bisa sangat fatal. Di mana orang sebagai penerima benefit bisa saja tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

Posting Komentar

0 Komentar